Terpaksa Menikahi Ibu Guruku
tanyanya udah kaya sensus penduduk aja.
“Emm umurnya 23, kerja sambil kuliah, orangnya mandiri, dewasa, penyayang, daan cantik.”
“Uhuk!” Bimo terbatuk. Seperti meledekku.
Lalu Aina, ia nampak melayangkan pandang ke seluruh sudut toko, mungkin lagi mencari kado apa yang paling sesuai.
“Aha!” Ia menjentikkan jari.
“Itu sepertinya cocok!” Aina menunjuk tas selempang yang berada di salah satu gantungan toko.