Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta
kataku sambil tersenyum.
"Santai aja kali. Oh iya Nel, orang yang menempati rukoku yang di sebelah mau pindah. Kalo kamu mau pake, pake saja dulu buat jualan di situ," saran Aina.
Memang dari awal aku sudah bilang ke Aina kalau aku mau membuka toko kue dan rencanya mau pake rukonya untuk berjualan, karena tempat yang stategis. Bukan hanya sekolah, tapi kantor-kantor juga banyak di dekat ruko ini. Aina memiliki beberapa ruko di daerah sini, sahabatku ini memang kaya, bukan hanya ruko dia juga punya kontrakan juga. Seharusnya, penghasilanku bagi dua dengan Aina, karena aku memakai toko untuk menitipkan daganganku, tapi selalu dia tolak dengan alasan 'duitku udah banyak'. Ada-ada aja sahabatku
Sikat na Kabanata