Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu
Jadi baby sitter anaknya.
“Nggak apa-apa, kok, Aa, kalau jadi pembantu juga. Beneran, deh yang penting halal,” kataku lagi dengan mimik wajah yang sangat sedih.
“Tuh, kan, kamu lihat aja, Sayang. Dia aja mau, kok, jadi pembantu di rumah kita. Ini juga belum fixs, nanti aku akan diskusikan dulu sama orang tuaku boleh atau tidak di rumah kita ada pembantu. Lagi pula, kan, orang tuaku sudah janji kalau aku lahiran mereka akan bantu kita,” kata Teh Ocha lagi. Duh, dia ini benar-benar perempuan keras kepala. Apa susahnya, sih, mengiyakan sepupunya kerja jadi pembantu di rumahnya? Kok, banyak pertimbangan atau jangan-jangan Teh Ocha sudah tahu gelagatku bahwa aku ingin menguasai hati suaminya?
인기 회차