Menikahi Ayah Temanku
Alunan musik lembut, menyambut kedatangan para warga yang berpenampilan kontras dengan warna-warna pastel dekorasi.
“Selamat, ya, Juragan!” Mang Baim, pemilik warung kopi yang dimodali Wira, menjabat tangan Wira sambil membungkuk.
Mahawira menyambut semua warganya dengan sumringah. Sofia nyaris lupa bahwa pria di sampingnya itu adalah tirani kejam yang sering menindas orang dengan semena-mena.
“Sofia, kamu cantik sekali!” seloroh Ceu Yeyeh, ketika menjabat tangan Sofia. “Kamu beruntung!”