Pendekar Romantis
“Kek…kenapa marah-marah, di sini hanya ada kita berdua, aku ke sini juga hanya tidur doank, nggak bertapa…lalu apa salahnya?”
“Kayak pangeran saja kamu ini, tampan dan perlente…heii kamu memang salah…harusnya kamu bertapa, lalu minta hajat apa saja, kemudian naruh makanan dan uang di sini, jadi aku nggak kelaparan lagi he-he-he!” si kakek ini ternyata lumpuh kakinya, tapi hebatnya dia gunakan tongkat untuk berjalan yang diikat di kedua kakinya yang lumput, sehingga bisa berjalan bak orang normal.
Hot Chapters