Tuan Muda Posesif
Dia terkejut melihat siapa yang berbicara, bukan karena wajah tampan dan sosok sempurnanya, tapi mengapa orang yang paling berpengaruh di negeri ini, rela menukar dirinya dengan uang gepokan yang nilai mata uangnya paling tinggi di negara ini, dan tiga koper itu terisi penuh.
Bukankah berlebihan meskipun terdengar menyakitkan, bukankah sayang uangnya, uang sebanyak itu hanya untuk membeli pelayan, yang sebenarnya bisa sangat mudah di dapatkan. Banyak yang mengantri mendaftar menjadi seorang pelayan Tuan Muda ini, karena imbalan gaji yang tidak sedikit.
"Ataukah aku akan dijadikan budak seumur hidup? Bukan sekedar pelayan biasa?" batin Azkia.
Hot Chapters