CEO Bertopeng Giok
Namun, setiap kali Kian berada di dekatnya, Elara bisa merasakan bulu kuduknya meremang karena sensasi dingin yang tak wajar.
"El, aku harus pulang cepat, ya," suara Pak Budi, pemilik kafe yang baik hati, membuyarkan lamunan Elara. "Anakku demam. Kamu bisa tolong tutup kafe malam ini? Nanti uang lemburnya aku lebihkan."
"Tentu saja, Pak. Tidak masalah," jawab Elara tulus. "Semoga lekas sembuh untuk putranya."
"Terima kasih banyak, El. Kamu memang bisa diandalkan." Setelah memberikan beberapa instruksi, Pak Budi bergegas pergi, meninggalkan Elara sendirian di balik konter.
Bab Populer