PENDEKAR TAPAK DEWA
jawab pajuri jaga yang tadi lagi.
“Baiklah, Paman. Tunggu sebentar, kami ganti pakaian dulu,”seru La Mudu, lalu menarik tangan La Turangga masuk ke kamar mereka.
La Mudu mengganti pakaiannya dengan pakaian baru yang belum pernah dikenakannya. Pakaian ala pendekar dari Negeri Sinae (Tiongkok) itu adalah warisan dari gurunya, yaitu Dato Hongli atau Jenderal Hongli. Karena merupakan pakaian yang pernah dipakai oleh seorang pendekar besar yang sekaligus jenderal perang dari sebuah kedistian besar, tentu saja merupakan pakaian itu sangat mewah untuk ukuran orang-orang dari negeri kepulauan tenggara kala itu, bahkan oleh orang-orang di negeri dari mana pakaian itu berasal. La Turangga pun sangat