Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balas Dendam Pangeran Bodoh

Balas Dendam Pangeran Bodoh

Pagi itu, tidak ada kilatan zirah perak atau aura hijau yang mengintimidasi. Torin, Zeni, dan Bay mengenakan pakaian linen kasar khas petani Savana. Di belakang mereka, dua panglima dan sepuluh prajurit elit mengikuti, juga menanggalkan atribut militer mereka.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Ketika Usahaku Dibongkar Ibu Mertuaku

Ketika Usahaku Dibongkar Ibu Mertuaku

Gula sepuluh kilo ditambah beras satu karung sebagai buah tangan kami. Bapak terlihat gagah dan tampan menggunakan kemeja batik khas kota kami, Pekalongan. Begitu pula dengan Ibu, menggunakan kebaya dengan warna senada dengan kemeja Bapak. Rambut Ibu disanggul, seperti kaum bangsawan. Kedua orang tuaku terlihat sangat serasi, apalagi di setiap kebersamaannya, Bapak akan bersikap jahil pada Ibu.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

"Mereka hanya bilang kalah Haikal itu anak petani, pekerjaannya juga petani, siapa yang menyangka kalau dia ternyata petani kaya." Eyang menghela napas panjang. Setelah menetralkan perasaannya, wanita tua itu dibantu oleh Pak Handoko untuk duduk. "Kalau ibu masih punya malu, diam lah! Biarkan acara Delia berjalan dengan lancar!" bisik Pak Handoko penuh penekanan. "Calon menantuku memang petani, tapi Ibu tidak punya hak menghina mereka lagi. Cukup!"
9.7399.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.8K kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Membayangkan akan menggunakan piyama katun atau setelan berbahan rayon yang adem untuk tidur, rasanya sungguh menyenangkan. Demikianlah sekitar dua puluh menit kemudian keduanya telah tiba di pasar. Pasar kecil ini terlihat rapi dan bersih. Tiang-tiang kios dicat warna hijau cerah. Di dalam kios tampak para penjual sedang melayani pembeli dengan ramah. Macam-macam dagangan dijual di kios ini. Mulai dari sembako, sandang dan juga pangan. Lara langsung saja menuju toko pakaian sederhana. Melihat beberapa piyama katun, daster adem dan set batik rayon yang digantung di kois membuat Lara kesenangan. Akhirnya ia bisa memakai pakaian yang normal juga.
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Menantang Kasta

Menantang Kasta

Satu per satu, mobil bak terbuka, mobil-mobil tua sampai keluaran terbaru dan motor mulai memenuhi lahan kosong yang diperuntukan untuk parkiran. Para petani datang tidak memakai jas, bukan juga pakaian mahal. Sebagian besar memakai kemeja dan celana bahan. Sepatu yang mungkin hanya dipakai saat acara penting. Wajah mereka tampak sungkan. Karena baru kali ini mereka datang ke rumah orang yang selama ini membeli hasil panennya. “Oh ini rumah Aa Satria?” “Padahal kalau di gudang suka bantu-bantu angkat karung.”
9.937.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
kartiwie yanie
seneng bgt kak er ada cerita tentang klan gunandhya semoga setelah ini ada cerita tentang zayn,narashima sama yg blm² deh soal ny suka bgt sama semua cerita nyaa luv banyak² buat kak erna aouthor tercinta
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Beberapa di antaranya terbuka, menampilkan kostum-kostum tari yang digantung rapi: kebaya berbagai warna, jarik bermotif halus, selendang panjang yang terlihat lusuh namun terawat. “Wah,” gumam Bagas pelan. “Ini kebaya asli semua ya, Pak?” “Nggih,” jawab Pak Wiryo sambil tersenyum. “Iki wis lawas-lawas. Saking jaman biyen. Mboten saged sembarangan dipun-ginakaken.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

Sementara itu Darko setelah masuk ke ruang rahasianya langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang bau aroma masakan. Darko sama sekali tidak khawatir tidak mempunyai baju bersih untuk mengganti pakaiannya yang kotor. Dari cincin spiritualnya dia mengambil pakaian bersih dan langsung memakainya. Ternyata harta peninggalan orang jaman dulu lebih maju daripada zaman modern seperti saat ini. Di jaman modern mereka memerlukan tas yang cukup besar untuk menyimpan barang belanjaan atau bawaan.
9.6171.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Terimakasih atas support dan dukungan para pembaca setia Menantu sang Jendral Besar, yang telah mengikuti perjalanan Darko sampai tamat di season ini. Tunggu cerita petualangan Darko di season 2 Menantu sang Jendral Besar 2 terimakasih.
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Baca Semua Ulasan
Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya

Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya

Di sudut sana terlihat sebuah ranjang dipan dengan design ukiran khusus dan kelambu warna putih menghiasinya. Ibu menoleh ke kanan dan kiri mencari sesuatu. Akupun masih melihat-lihat ruangan. Sebuah foto besar dipajang di meja panjang samping ranjang dipan itu. Seorang laki-laki berpakaian Jawi Jangkep yang terdiri dari atasan hitam berpadu dengan jarik sebagai bawahan, dan juga memakai blangkon. Dari gambarnya saja, pria itu terlihat tegas dan berwibawa. Sementara di sebelahnya, seorang perempuan yang memakai kebaya denga dn rambut yang digelung, memakai aksesoris kalung, nampak terlihat anggun dan cantik. Khas orang Jawa zaman dulu. Mereka berdua berpose berdampingan dan tersenyum tipis.
10255.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.9K kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Pesona Ustaz Gundul

Pesona Ustaz Gundul

Tempat tinggalnya. “Terserah Mas Rafan aja.” Wanita pemilik dagu terbelah itu kembali asyik menatap luar jendela. Berburu orang-orang yang membawa alat tempurnya. Ada yang membawa cangkul, parang dan beberapa membawa keranjang. Hampir semua petani itu memakai caping gunung di kepala. Sementara itu, gadis yang mendapat julukan Perawan Depok terlelap di belakang. Perutnya kenyang. Tadi di Brebes, mereka mampir ke rumah makan.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Kaivan lantas men-tring baju pesta yang kukenakan, menjadi pakaian pendekar zaman dulu dengan selendang tosca yang tersampir di pundak. Sementara itu, dia juga mengubah pakaian emasnya menjadi baju para pengembara. Kami serasi, mirip pemain film kolosal tahun 2000an yang kadang aku lihat di YouTube. Tanpa membuang waktu, segera kami menyusuri jalan desa dari tanah dan bebatuan, berbaur di antara orang-orang yang entah era kapan.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai pakaian petani jaman dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status