PURA PURA JADIAN
Aku merasa seperti terjebak di dalam sebuah drama komedi yang tidak pernah kubintangi.
"Justru itu!" Reyhan menjawab dengan penuh semangat, mengacungkan jari telunjuknya seperti baru menemukan kebenaran hidup. "Kalau mau Alif percaya, kita harus totalitas. Ini bukan cuma soal pura-pura, ini soal seni. Ingat, seni itu butuh pengorbanan!"
Aku menatapnya dengan tatapan kosong. "Kalau seni butuh pengorbanan, berarti kamu harus siap malu seumur hidup, deh," jawabku, mencoba tetap sabar.