Nikah Yuk, Gus!
Titin Widyawatikisah imam syafi'i dan ibunyasholawat ibu aku rindukeluarga shofia shireensholawat ibu
Mendengar kicau burung di sangkar taman rumah Bos Bagong, menatap kelopak-kelopak bugenvil yang mengintip dari balik jendela, juga melepas embusan napas seiring dengan sorot matahari yang jatuh lurus menerpa permukaan marmer.
Detik jam mendadak terasa mencekik keheningan. Putra menahan sesak karena geram. Anak baru, sudah berani bertingkah. Penampilan kampungan, aura wajah yang lemah dan tergambar payah dalam tatapan Putra, tetapi lidahnya setajam mata pisau. Kalau benar dia memang seorang ART, akan ia pastikan hidupnya akan dipenuhi gelimangan penderitaan.
"Banyak bac ..." umpat Putra tetapi ia tahan. Pipinya menggelembung sementara napas terlihat terengah-engah.
Hot Chapters