Hajatan Tetangga
kata suami.
"Papah sih, ada urusan yang mudah malah mau yang sulit." kataku sewot.
"Sabar, napa, Mah?" suami tetap terlihat tenang.
"Orang itu sudah tawarkan dua puluh lima persen, itu aja terima udah, dua setengah milyar, rumah gedung, apa lagi, Pah?" aku makin kesal.
"Itulah kau, Mah, lima belas tahun hidup susah, Mamah bisa sabar, masa tunggu beberapa bulan saja gak sabar?" suami mulai serius.