Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah 17 Tahun

Setelah 17 Tahun

Weni kesal dan mengambil dompet dalam jaket hitamnya. “Tiga puluh ribu jeng.” “Ih mahal amat bang. Ini Jogja bukan Jakarta. Kasih harga itu yang sesuai jangan seenakmu sendiri.” “Jeng, ini sesuai dengan kondisi. Kalau malam tambah mahal.” “Ah ... Nggak nggak ini aku kasih dua puluh ribu.” Weni menyerahkan uang kepada Abang ojek secara paksa. “Kurang to jeng. Sepuluh ribunya mana?”
107.7K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Informasi yang baik akan menciptakan emosi yang positif - Efnie Indrianie - *** "Semester berapa?" Tanyaku pada perempuan yang kali ini duduk di jok belakang motorku. "Tiga." "Angkatan 19 ya berarti?" "Iya."
1.5K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Mencintai Musuh Ayahku

Mencintai Musuh Ayahku

Utami tiba di sana pukul delapan malam tepat, sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Utami tersenyum puas menyaksikan tempat spesial yang telah dipesan sebelumnya. Hidangan istimewa telah tertata dengan indah. Sebuah kue tampil di tengahnya dengan angka tujuh tertancap di atas kue tersebut. Lalu di sebelah kue terdapat kartu ucapan dengan tulisan, Happy anniversary, Love It’s been seven years and still counting Joandra & Utami forever
105.8K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Pewaris Langit Ketujuh

Pewaris Langit Ketujuh

Langit Pedang gemetar. Dan dari kejauhan, seberkas cahaya memancar ke arah tubuh Gohan. Satu simbol muncul di dahinya: 七 Angka tujuh. Tanda bahwa ia diterima. Namun sebelum ia bisa bernapas lega, suara berat menggema dari langit yang mulai runtuh. "Tujuh hari, Pewaris. Setelah itu, segel di tubuhmu akan terbuka. Dan dunia akan tahu... apakah kau penyelamat, atau penghancur."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

Sebuah suara tenang terdengar, dan seorang lelaki tua berjalan ke depan. “Itu Pak Tua Han… sepertinya tak ada harapan lagi,” gumam banyak orang. Harga itu sudah terlalu tinggi bagi sebagian besar hadirin. “Aku menyukai pedang ini, tapi hanya punya tiga puluh lima meteorit. Aku akan mencoba keberuntungan,” ujar Dewa Mabuk santai sambil melangkah maju. Kerumunan otomatis memberi jalan. “Empat puluh.”
9.558.5K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as tujuh puluh
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Kata-kata Hong Wuji membuat lelaki tua itu gemetar karena marah. Dia telah hidup selama dua ratus tahun, tetapi tingkat kultivasinya hanya berada di tingkat pertama Yang Mulia, dan itu memang merupakan penderitaannya.
1012.7K viewsOngoingAdded to Library 267 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Sang Raja Bisnis Abimanyu!

Sang Raja Bisnis Abimanyu!

kata Mahendra. Meskipun baru saja kehilangan satu miliar, Mahendra masih yakin akan menang. Gilang tersenyum dingin. Lalu tanpa sadar ia menatap Abimanyu. Abimanyu mengangguk pelan. Segera setelah itu, pembawa acara paruh baya berkata sambil tersenyum, “Ini batu mentah nomor tujuh belas dari tambang tua. Mungkin bisa menghasilkan giok bening kualitas kaca. Tiga puluh juta rupiah. Ada yang berminat?”
10943 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Brian tersadar dari lamunannya, menatap Susana, lalu berkata dengan suara dingin, "Kamu masih menyangkal. Susana, mereka baru 10 tahun. Apa mereka akan berbohong dan menjebakmu?" "Susana, kamu sama sekali nggak pantas menjadi seorang ibu." Tidak pantas menjadi seorang ibu. Tubuh Susana bergetar hebat. Dia tertawa mengejek dirinya sendiri, perlahan memejamkan matanya, dan air mata mengalir ke pipinya. "Ayah ...." Nathan dan Nolan tiba-tiba menangis tersedu-sedu. "Gudang itu sangat gelap. Kami takut sekali ...."
3.3K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas, empat belas, lima belas, enam belas, tujuh belas, delapan belas, sembilan belas, dua puluh. Dua puluh jiwa yang masih ia jaga. Namun kini, Ketua Sekte sendiri mungkin tidak akan bangun dalam seminggu. Dua puluh jiwa, tetapi moral sekte hancur. Dua puluh jiwa, tetapi hari itu, untuk pertama kali, dua puluh terasa seperti tidak cukup.
10696 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as tujuh puluh
Read
+Library
Video Pernikahan Papa

Video Pernikahan Papa

seru Nindita. Angga menatap dua kue di meja. Satu dari mamanya, satu dari Sri. Dua-duanya bertuliskan Angka delapan belas. "Welcome eighteen. Goodbye dark seventeen!" ucap Angga lirih. Mungkin bagi orang lain, tujuh belas tahun adalah usia paling manis hingga mereka menamai dengan sweet seventeen. Namun, bagi Angga tujuh belas adalah awal mula jeritan masalah dalam hidupnya, dan kini ia akan menutupnya. Biarkan tujuh belas menjadi kenangan dan pelajaran, juga luka yang sulit dilupakan.
1070.6K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as tujuh puluh
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status