Renovasi rumah itu seperti menyusun puzzle raksasa—butuh orang yang tepat untuk menyatukannya. Aku belajar dari pengalaman pribadi: cari tukang yang punya portofolio jelas. Minta contoh pekerjaan sebelumnya, lalu cek detailnya. Lihat bagaimana sambungan keramik, ketepatan pemasangan pintu, atau kerapian plafon. Aku juga selalu tes komunikasinya; kalau sulit dihubungi atau terlalu banyak janji manis, itu red flag.
Jangan lupa tanya referensi ke klien sebelumnya. Tukang bagus biasanya punya daftar pelanggan yang mau dimintai testimoni. Terakhir, negosiasi harga itu penting, tapi jangan terjebak harga murah tanpa jaminan kualitas. Lebih baik bayar sedikit lebih mahal untuk hasil yang awet daripada renovasi ulang tiap dua tahun.