Diriku Seutuhnya
Felix yang patah dua tulang rusuk menatapku dengan mata berkaca-kaca dan berbicara dengan suara serak,
“Anna, semua itu sudah nggak penting. Kamu tahu nggak, aku sangat merindukanmu! Aku hampir gila merindukanmu!”
Saat dokter masuk dan mulai merawat lukanya, aku melihat tato di dadanya.
Itu adalah tato wajahku, terpisah jelas dari tato-tato lainnya.
Aku ingat dulu aku juga pernah ingin mentato wajah Felix di tubuhku.
Seperti halnya rokok, alkohol dan uang, selalu ada hal-hal yang sulit atau bahkan tak bisa dilepaskan.
Hot Chapters