Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan
status lelaki ini terlalu tinggi untuk dia gapai.
"Aku sangat membutuhkan kamu, aku bahkan sangat mencintai kamu, Mutia. Otakku sendiri tidak bisa mengendalikan perasaan ini. Perasaan ini memilihnya sendiri, aku tidak bisa mengaturnya untuk suka pada siapa, cinta pada siapa. Selama ini tidak ada satu perempuan pun yang mengisi hatiku selain kamu, Mutia. Hanya kamu, bisakah ketulusanku ini kau balas dengan perasaan yang sama? jika tidak, akan runtuh semua duniaku. Aku tidak akan menjadi Diaz yang sama, aku yang sekarang akan mati perlahan-lahan ...."