PENDEKAR TAPAK DEWA
Warna hitam yang terkumpul di kedua jari tangannya itu lenyap setelah ia usah-usah dengan jari-jari tangan kirinya.
"Bagaimana rasanya sekarang, Yang Mulia Raja Muda?" bertanya Hongli kemudian kepada Jenateke.
Jenateke mencoba menggerak-gerakkan tubuhnya secara bebas. Pelan-pelan wajahnya memancarkan sinar kegembiraan. Rasa sakit yang selama ini ia rasakan dan sangat menyiksanya, kini lenyap tiada tersisa. "Oh, demi Dewata Agung, sakit yang selama ini menyerang seluruh urat sarafku kini benar-benar telah lenyap, Ayahanda Sangaji. Ananda benar-benar merasa sehat sekarang. Hanya sakit pada lukanya ini saja yang tersisa. Terima kasih Hongli. Kausungguh seorang pendekar sekaligus tabib yang luar