Bukan Jodoh Pilihan
Aku melirik semua stand makanan yang ada.
“Es dawet, siomay, pecel, mendoan.”
“Oke. Kamu tunggu di sini ya. Aku ambilin dulu.”
Aku mengangguk dan Gilang mengambil semua makanan pesananku. Saat ini kami sedang menghadiri acara pernikahan anak dari kolega bisnis Gilang. Ini pertama kalinya aku mau pergi ke acara seperti ini dengan Gilang. Entahlah. Aku juga tak tahu. Biasanya aku selalu mencari alasan untuk menolak tapi kali ini aku malah antusias.