Kupuaskan Nafsuku di Klub
Nadanya seperti sedang memberi ceramah, "Darahmu sekarang mengalir dengan deras. Kepekaan saraf adalah reaksi yang normal. Jangan takut, santai saja. Berlari seharusnya akan membuat tubuhmu menjadi lebih rileks."
Suaranya pelan, tetapi sangat menggoda. Ini seperti bulu yang menyapu gendang telinga.
Seluruh tubuhku tiba-tiba merasa lemas, jantungku berdetak tak terkendali.
Dimas melirik ke arahku, lalu tiba-tiba membungkuk untuk berbisik di telingaku, "Semuanya bisa terlihat dengan jelas, apa kamu masih ingin berpura-pura suci?"
Hot Chapters