Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Benih Siapa di Rahim Istriku?

Benih Siapa di Rahim Istriku?

Menatap bengis wajah temanku itu. "Memangnya siapa yang pura-pura miskin, Zis. Gue memang punyanya ini doang. Kalau perusahaan, mobil mewah, uang banyak. Semuanya itu milik orang tua gue. Bukan milik Gue. Masa mentang-mentang orang tua gue kaya, terus gue harus ongkang-ongkang kaki, terus gue harus cerita ke semua orang kalau gue punya harta banyak, mobil mewah, jabatan bagus, kan enggak. Jatuhnya sombong. Sifat sombong dibenci oleh Allah," ocehnya panjang lebar, dan aku yakin kalau dia sedang menyindir.
9.296.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

"Apalagi mas Andre banyak duitnya. Sering ibu membanggakan sama tetangga. Kalau Naya mana pernah di banggakan. Dilihat aja enggak." "Akibat kesombongana masa lalu. Makanya mau kaya atau miskin biasa-biasa saja. Jangan sombong. Kita 'kan gak tau kadang ucapan kita menyinggung perasaan orang dan orang yang tidak sengaja kita sakiti mengadu kepada rabb - Nya. Ingat doa orang terzolimi sangat cepat dikabulkan." "Manusia kadang lupa diri, jika sedang diatas. Begitu jatuh tersungkur baru mencari Allah dan mencari orang yang bisa dia salahkan." ujar Naya.
9.523.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kubenci

Istri Yang Kubenci

Namun, Kendra malah sebaliknya. "Ya kamu itu. Apa kamu nggak kenal Tuhan? Selama ada Tuhan, apa manusia bisa sombong? Nggak ada yang bisa aku sombongkan, Nit." Anita mengulas senyum. Menertawakan dirinya sendiri. Benar saja apa yang dikatakan oleh Kendra. Ada Tuhan yang merajai segalanya. Apakah omongannya tentang kesombongan masih berlaku? "Kamu benar. Aku aneh," gelak Anita.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Doa Yang Harusnya Tak Aku Langitkan

Setiap malam mereka melantunkan doa-doa agar diberikan petunjuk mana yang terbaik bagi hubungan mereka ke depannya. Bagi orang lain yang melihat apa yang mereka lakukan, mungkin akan berkata mereka sudah gila dan di butakan oleh cinta. Apalagi seorang Izandra yang notabene orang yang memiliki ilmu agama yang baik yang harusnya lebih bisa berpikir positif dan bijak dalam mengambil sikap. Bukan malah terlena dalam cinta yang belum usai. Padahal di mata orang awam, sekelas Kyai harus memiliki iman yang kuat, tak mudah goyah oleh hawa nafsu.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Tuan Kaya

Istri Kedua Tuan Kaya

Aku sudah tidak nyaman dengan ini semua. Oke, aku mengakui kalau Tuan ini memang tampan, berwibawa, pembawaannya bagus, kaya raya, dan mungkin adalah idaman semua wanita yang ada di dunia ini. Bagiku, tidak sama sekali. Aku tidak membutuhkan pria yang begitu sombongnya mengenalkan harta kekayaannya pada semua orang, hanya demi sebuah pengakuan. Tidak, aku benar-benar tidak membutuhkan hal itu. Aku menghempaskan tangan Tuan Sombong yang satu ini. Menatapnya tidak suka, melengos begitu saja dan berjalan menaiki tangga. Di pertengahan tangga, ia kembali bersuara.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

“Kalau berbicara masalah kuatnya tenaga, aku juga kuat, Mas Harno. Kalau Mas Harno bilang aku ikut memakannya, aku rasa impas demi membayar tenaga ini yang seperti kuda diperah oleh keluarga ini. Apa yang masuk ke perutku, itu sebanding dengan upah yang harus aku dapatkan. Dan masalah Wati memakan, masih banyak dinikmati Imah dan Makmur. Jangan semena-mena sama orang kecil dan orang yang dianggap tidak mampu. Karena doa mereka akan cepat terkabul.” “Jangan sombong! Kalau doamu terkabul, kenapa kamu tidak kaya?” bentakku. “Karena untuk saat ini aku tidak berdoa itu. aku berdoa agar orang yang suka zalim diberikan balasan yang setimpal.” “Apa maksud kamu, hah? Angkat kaki sekarang dari rumah a
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!

DI KEHIDUPAN KEDUA, AKU TAK AKAN TUNDUK LAGI!

” “Itu karena kamu ibadahnya kurang, makanya Tuhan jugapertemukan kamu sama orang nggak bener.” “Sok tahu kamu.” “Bukan sok tahu tapi kelihatan jelas dari mukamu.” Kania otomatis memegang wajahnya. “Memang mukaku kenapa?” “Kamu sukanya do’a yang singkat dan tidak ribet. Contohnya kamu ingin dapat jodoh yang kaya, tampan dan baik tapi kamu lupa minta jodohmu itu baiknya ke kamu atau ke orang lain.”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

“Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondho." Menyerbu tanpa bala tentara, maknanya tetaplah menjadi pemberani dan berjuanglah sekalipun kita sendirian. Kamu tahu, Mas? Aku sedang mengusahakannya. Sedang berjuang, sendirian. Menang tanpa merendahkan, maknanya menangkanlah pertarungan dengan kerendahan hati tanpa merendahkan martabat orang lain.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
Bakti yang Tidak Dihargai

Bakti yang Tidak Dihargai

"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar." Ya Allah, kenapa malah doa makan yang aku ucapkan? “Se—setan!” teriakku lantang.
121.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 807 kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Baca
+Pustaka
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

Namun, baru saja imam itu hendak duduk dalam posisi lotus dan mulai membaca doa, tiba-tiba terdengar suara menggelegar. “Pengemis dilarang mengais rezeki di sekitar Aula Koi Keberuntungan! Kalian hanya membawa petaka, dan roh kemalasan kalian menular, membuat usaha kami tidak akan laku!” Kata-kata itu penuh dengan kesombongan. Siapakah sosok yang mengusir imam muda yang hendak membaca doa dan meminta sedekah itu? Bersambung
9.8228.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai usaha tanpa doa itu sombong
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
LINDA GUNAWAN
awalnya keren. warna silatnya kental. di kisaran 75-80% alurnya malah bukan cerita silat, sepertinya sdh kehabisan cerita, malah cerita ala pokemon/pokemon go/cerita ala games muncul. please deh...mending gak usah maksain konflik sikat menjadi konflik games.
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status