Daster Buat Istriku
“Iya, Sayang!”
Kututup ponselku dengan hati lega. Beruntung sekali aku memiliki calon istri sebaik Asya. Begitu sabar dan penuh pengertian. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Ninda. Seingatku, selama aku menjadi suaminya, belum pernah sekalipun dia mau mengalah. Semua harus atas kehendaknya. Kalau tidak ikut apa maunya, dia akan mengamuk.
“Kita sampai, Pak Bara!” lapor Adi menepikan mobil di sebuah areal tanah kosong yang lumayan luas.