CINTAKU EKSKLUSIF
Kelar mandi dengan rambut masih basah dan berbalut handuk, gue berdiri di depan kaca satu badan di kamar.
Simsalabim! Gue menarik lepas handuk penutup itu ke udara. Cringggg! Tampaklah di pantulan kaca sebuah mahakarya. Pundak lebar mendominasi, lengan bersayap siap merajai langit, dada bidang seluas sawah membentang, dan perut papan cuci. Tampan nian kau bujang.
Seperti kata Kaisar Yulius, Veni Vidi Vici, gue datang, gue lihat, gue menang. Tunggulah Ervinah, hari ini engkau akan menjadi daerah taklukan gue.
Hot Chapters