Atasanku, Suami Keduaku
Saat Arsya menghela napas cukup panjang, ayahnya kembali bertanya, “Jadi, Indah cantik atau nggak? Ayah, kan, cuma nanya, Bang.”
Arsya menelengkan kepala dengan dahi mengernyit dan mulut mengerucut. Ia berpura-pura berpikir keras untuk menjawab hal itu. “Sebenarnya sangat tidak sopan mengatakan hal ini untuk seorang wanita yang sudah bersuami, tapi Indah memang cantik. Gesture-nya sangat keibuan meski dia sendiri terlihat masih sangat muda. Ditambah dengan entah itu sedikit polos atau naif. Tapi Indah bukan tipe wanita berbahaya. Kalau Ayah paham dengan yang Abang maksud.” Arsya mengangkat bahu.
Hot Chapters