Bosku Merenggut Kesucianku
Entah mengapa, udara berhembus dari celah jendela yang padahal tertutup rapat, seakan menyampaikan berita hujan di luar sana akan segera turun setelahnya.
Tanpa menunggu mereka membuka suara. Ziva bangkit dan keluar dari ruangan itu. Ziva berjanji, akan mengingat ruangan ini dalam rekaman otaknya. Dan suatu hari nanti, Ziva tidak akan sudi masuk ke dalamnya.
Sekertarisnya ingin mengejar Ziva, namun Rajendra segera menahannya.
“Biarkan dia pergi. Kerugian ada pada wanita itu, menolak tunjangan dari ku.”