Sisa Takdir
Debu sihir beterbangan perlahan, melayang seperti kepingan salju kotor yang tak mau hilang.
Elian terhuyung lalu jatuh berlutut, lututnya menghantam tanah hangus yang retak dan berselimut abu. Debu tipis terangkat perlahan, menari-nari di udara pekat. Tangannya yang gemetar mencengkeram gagang Luceor, pedang suci yang kini nyaris padam, hanya menyisakan kilau biru yang redup, bagaikan bara kecil yang tersisa di ujung malam yang panjang dan dingin. Detak jantungnya masih berdentam keras di telinga, menenggelamkan dunia.
인기 회차