Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Debu sihir beterbangan perlahan, melayang seperti kepingan salju kotor yang tak mau hilang. Elian terhuyung lalu jatuh berlutut, lututnya menghantam tanah hangus yang retak dan berselimut abu. Debu tipis terangkat perlahan, menari-nari di udara pekat. Tangannya yang gemetar mencengkeram gagang Luceor, pedang suci yang kini nyaris padam, hanya menyisakan kilau biru yang redup, bagaikan bara kecil yang tersisa di ujung malam yang panjang dan dingin. Detak jantungnya masih berdentam keras di telinga, menenggelamkan dunia.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN 25 Suara berisik bergema memenuhi indera pendengaran. Setelah Cean mengijinkanku membawa Kairav, bocah itu mengajak untuk bermain di sebuah mall besar di sini, banyak permainan di mall ini, salah satunya Timezone. Tempat bermain yang dilengkapi dengan berbagi jenis permainan seru. Tidak ada anak kecil yang tidak suka bermain di tempat ini.
1017.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
MANTAN YANG INGIN KEMBALI SETELAH MELIHATKU SUKSES

MANTAN YANG INGIN KEMBALI SETELAH MELIHATKU SUKSES

Aku hanya tersenyum, namun sekarang ini mulai aku ikuti. Setelah mendapatkan beberapa orderan aku memutuskan untuk pulang, aku harus mengecek kebun sawit di belakang rumahku yang beberapa hari ini kuabaikan. Musim kemarau menghembuskan udara yang lembab dan kering. Debu yang berterbangan menyambutku ketika aku menapaki jalan menuju rumahku. Dedaunan sudah berubah warna menjadi coklat karena banyaknya debu yang menempel. Sesekali kutahan nafas karena debu yang berterbangan menutupi pandangan. Mataku perih, dan mulai berair. Ku pasang kaca pelindung helm untuk sekadar mengurangi paparan debu ke netraku, beberapa meter dari rumah aku melihat sedan hitam yang tak asing terparkir di depan rumahku
87.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Aura itu tidak garang, tetapi sangat megah, seperti langit dan bumi, membuat orang-orang mendongak dengan kagum. "Saya rasa semua orang sudah familiar dengan Pertemuan Pembasmi Iblis, jadi saya tidak perlu banyak bicara. Namun, ada satu hal yang ingin saya ingatkan kepada semua orang: Pertemuan Pembasmi Iblis ini mungkin akan sedikit sulit." Dekan Xuan berbicara perlahan, dan dengan lambaian lengan bajunya, awan di langit berputar dan menjadi transparan, seperti cermin, memantulkan sebuah pemandangan.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Hening murni. Saat kabut debu batu meteorit perlahan menipis disapu oleh hembusan angin pegunungan yang dingin, hanya sesosok pemuda dengan jubah kelabu polos yang longgar yang tetap berdiri tegak murni murni di titik tengah panggung. Long Tian tidak menggeser fokus kakinya barang satu milimeter pun dari koordinat awal tempatnya berpijak. Wajah paraunya tetap kaku, kosong, dan datar, tanpa ada setetes keringat ataupun tanda-tanda degradasi fisik pada sistem saraf fananya. Sinar emas tipis di sepasang matanya berkedip pelan secara mekanis, merekam hasil akhir kehancuran target-target fana di sekelilingnya tanpa secercah kepuasan emosional.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Yuan melihat Eirlys yang murung mengambil inisiatif memperlihatkan kegunaan debu per untuk menghiburnya. “Eirlys, debu peri merupakan benda ajaib. Debu ini bukan sembarangan debu, dengan debu peri kau bisa terbang seperti para peri.” Yuan mengambil sejumput debu peri kemudian memungut daun kering dan menaburinya dengan debu peri. Daun itu melayang bahkan saat tidak ada angin bertiup. Mata Eirlys berbinar, siapa yang tidak ingin terbang jika bisa? Dia membayangkan jika dirinya adalah daun tersebut, melayang di udara. “Apa aku juga bisa terbang dengan debu peri ini?”
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Tunduk di Bawah Cengkraman Sang Alpha

Tunduk di Bawah Cengkraman Sang Alpha

Lyra duduk di bagian paling belakang, kakinya menjuntai, sementara debu jalanan mulai menempel di wajahnya yang pucat. Kael tertawa kecil mendengar jawaban berani Lyra. "Di Puncak Utara, salju tidak pernah benar-benar mencair. Kau tidak akan menemukan lantai marmer hangat seperti di aula Silvermane tadi malam."
406 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Semoga Cinta Kita Tetap Suci dan Tenang

Semoga Cinta Kita Tetap Suci dan Tenang

Dalam perjalanan menuju Lunaria, pemimpin tim sudah lebih dulu memberitahu Bagas bahwa beberapa bulan terakhir adalah musim hujan. Bencana alam kerap terjadi. Dia menyarankan agar Bagas menunda kedatangannya. Namun Bagas menolak. Begitu mengetahui keberadaan Melani, bagaimana mungkin dia sanggup menunggu, bahkan sedetik pun?
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Hidden Secret

Hidden Secret

Efek alat pemusnah itu menyebabkan perubahan iklim dan bencana yang datang tanpa henti. Bahkan sinar matahari pun terkadang tidak muncul, atau bahkan muncul lebih lama dari biasanya. Waktu malam dan siang menjadi kacau, ya bumi sedang tidak baik-baik saja. Semua ilmuan berusaha mengembalikan keseimbangan bumi. Mereka mulai menanam, mencari air bersih, walapun tidak tinggal di permukaan. Kota apung adalah kota yang melayang di udara, tepat 3600 meter di atas permukaan air laut.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

★★★KARTIKA DEKA★★★ Semilir angin pagi ini sangat sejuk menyentuh kulit Dewi. Dia merapatkan jaket yang membalut tubuhnya. Udara pagi di desa memang sangat menyegarkan. Belum ada polusi udara dan suara, dari hiruk pikuk jalanan dan pabrik seperti di kota. Hanya suara burung, ayam juga bebek yang menjadi instrumen di pagi hari. Hari ini Dewi dan Roni bersiap pulang ke rumah mertua nya lagi. Bersama dengan Bu Ipah tentunya.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai video iklim-suci dalam debu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status