Suami Warisan
Ketika filmnya berakhir dan mereka turun menuju pintu keluar, mata Rengganis sembab dan dasi Mahesa basah oleh air mata.
“Film selanjutnya sedih enggak, ya?” tanya Rengganis, mereka berdua berjalan menyusuri lorong menuju Studio 3, dia mengusap hidungnya yang memerah, suaranya terdengar bindeng, “kayanya aku enggak sanggup kalau ada adegan sedihnya lagi.”
“Kayanya enggak, sih. ‘kan action.”
“Yang tadi juga ada actionnya, tapi tetep aja bikin aku mewek!”