Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
Rexa yang sedari tadi memperhatikan ekspresinya, melihat pipi Arlina yang mulai memerah dengan jelas.
"Kamu kenapa? Wajahmu merah sekali."
Kalau saja dia tidak bertanya, mungkin Arlina masih bisa pura-pura tenang. Namun karena pertanyaan itu, dia jadi semakin gelagapan. Dia buru-buru menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil menyangkal, "Mana ada, biasa saja kok."
Rexa tertawa pelan. "Iya, iya. Wajahmu nggak merah, wajahku yang merah."