Suara Suamiku di Kamar Pembantu
Plak!
Mika tersenyum kecut.
"Ya, khilaf. Khilaf itu hanya sekali? Sedangkan kamu?" Senyum samar terlihat di bibir Mika. "Jangan kamu pikir aku tidak tau, Mas, jika kalian sering melakukan pertemuan di luar. Jangan kamu pikir aku tidak tau kalau sebelum kalian melakukan perbuatan bejat itu kau berikan obat tidur ke minumanku. Jangan kau pikir aku tak tau kalau kau telah membuat pintu rahasia agar kau bisa keluar masuk kamar Mona dengan begitu bebasnya! Apa itu yang kau katakan sebagai khilaf?! Iya?!" Lagi, Mika berteriak histeris, meluapkan emosinya yang sedari dulu ia simpan di dalam dada.