CEO Bertopeng Giok
Pintu apartemen di lantai paling atas penthouse terbuka untuknya, menampakkan sebuah ruangan yang membuat napasnya tercekat.
Ruangan itu sangat luas, dengan dinding kaca dari lantai ke langit-langit yang menyuguhkan pemandangan 180 derajat kota Jakarta. Perabotannya minimalis, mahal, dan didominasi warna monokrom—putih, hitam, dan abu-abu. Ada sebuah sofa kulit raksasa, sebuah meja kopi dari marmer hitam, dan beberapa lukisan abstrak berukuran besar di dinding. Namun, tidak ada satu pun sentuhan pribadi. Tidak ada foto, tidak ada tumpukan majalah, tidak ada pernak-pernik. Tempat itu indah, mewah, tetapi dingin dan steril seperti sebuah museum.
Hot Chapters