Matchmaking
Gadis itu berjalan-jalan ke sudut ruangan kamarnya untuk menaruh tas, sepatu, dan jaket yang seharian ia pakai.
"Duduk dulu deh, gue pusing liat lo mondar-mandir mulu."
Dona nyengir, ia memutari kasurnya untuk mencolok kabel kipas angin, kemudian menyalakan kipas angin itu hingga level lima.
"Kenceng amat Dek, anginnya." Wima langsung memeluk tubuhnya sendiri karena merasa dingin. Pakaiannya bahkan sampai ingin terbang, dan rambutnya sampai mencolok kedua matanya berkali-kali.
Hot Chapters