DIA AYAHKU
Ayah yang tadinya rendah diri karena merasa hanya menjadi beban bagi kami, nyatanya kini kembali menjadi tulang punggung bagi aku dan Paman yang kini tengah menganggur.
Bukannya prihatin, Ayah malah merasa senang, karena dirinya merasa berguna dan juga dibutuhkan. Dia bahkan meledekku, bahwa uang yang kuhasilkan perbulan, bisa dia dapatkan dalam waktu satu Minggu. Sungguh Ayahku memang luar biasa. Dia mampu bangkit dan kemudian kembali berjuang demi keluarga. Untukku, yang kini menjadi satu-satunya putri Ayah.