KKN Di Desa Metanoia
ucap Vina menyetujui ide Desry, sang pemilik ide pun terkekeh puas seolah mengejek Liona.
"Sebentar," kata Afrian mulai menulis di atas bukunya, benda yang ia khususkan untuk percakapan seputar desa dalam kelompoknya. Tidak butuh waktu lama, Afrian meletakkan buku itu tepat di tengah mereka, buku yang sudah menampakkan barisan tulisan dengan pulpen bertintakan hitam.
'1. Sebenarnya yang telepon gue dan Vina, kasih kabar kalau kita diterima KKN itu bukan Pak Ujang atau pemangku adat. Tapi Erina.'