Rasaku Ditelanjangi
“Kau adalah... teman hatiku… lewati... semua suka duka…”
Aku ikut bersenandung, tapi berhenti di tengah lagu, tertawa kecil. “Kok rasanya kayak kita ya?”
“Maksudnya?”
“Ya, suka duka... diem-diem, tapi deket. Nggak kelihatan, tapi nyambung.”
“Waduh, itu kamu yang nganggep gitu atau kita emang udah sahabatan sejak kapan?”
Aku pura-pura mikir, lalu bilang, “Mungkin sejak pertama kali kamu suruh aku ambilin flashdisk rapat tapi ujung-ujungnya kamu ngajak ngobrol 15 menit.”