Terpaksa Menikahi Janda
“Sayang, maaf ya, aku tidak bisa menghentikannya, aku berjanji kamu akan menikmatinya nanti. Setelah rasa sakit ini semuanya akan berganti dengan kenikmatan tiada tara, akan aku bawa kamu menuju surga dunia. “ Jamilah menatapku dengan tatapan sendu, segera kubungkam bibir ranum itu agar berhenti merintih, rasanya sungguh tidak tega tetapi aku juga tidak bisa berhenti sebelum menuntaskan misi pertempuranku saat ini.
Dengan berbagai usaha dan kekuatan yang penuh akhirnya aku bisa menjebol gawang pertahanan Jamilah dengan susah payah. Air mata Jamilah mengalir dari kedua sudut matanya. Entah mengapa berbagai penyesalan datang menyelimuti hatiku, teringat betapa kejamnya aku pada wanita ini saat