WANITA KEDUA SUAMIKU
ewah seperti ini. Kuterima dia apa adanya, dengan uang jujuran sebesar lima juta hanya mampu menggelar acara sederhana. Setelah menikah pun hanya mampu tinggal di rumah petakan yang kumuh dan murah. Inikah yang disebut adil? Sementara perempuan itu tiba-tiba masuk kedalam rumah tangga kami,disaat kami sudah memiliki segalanya. Bahkan lusa mereka akan berangkat bulan madu ke Negara impianku, Perancis. Ngilu rasanya hati ini, membayangkan mereka liburan berdua sedangkan diriku tak pernah sekalipun diajak liburan bersama. Aku memutuskan keluar dari gedung pernikahan, bertahan disana sama saja dengan menyakiti diriku sendiri. Aku memilih pulang ke apartemen, enggan pulang kerumah. Sungguh tak i