Luka Yang Menembus Langit
Langit di atas reruntuhan Ibu Kota Qingyun tidak lagi menampakkan kepekatan malam yang biasa. Cakrawala itu telah berubah menjadi hamparan merah marun yang mengerikan, seolah-olah ruang angkasa itu sendiri sedang mengalami pendarahan hebat. Awan-awan bergulung berat, lalu pecah menjatuhkan tetesan yang bukan lagi air tawar, melainkan cairan kental, hangat, dan berbau anyir besi yang menyengat—Hujan Darah. Fenomena Heaven’s Lament ini mengirimkan gelombang teror primordial ke seluruh penjuru kota; hewan-hewan liar melolong panjang sebelum mati lemas karena paru-paru mereka tersumbat uap darah, sementara para kultivator tingkat rendah jatuh berlutut, merasakan Dantian mereka bergetar hebat di
인기 회차