Aku, istri kedua
Kudengar Isak tangis wanita itu yang membuatku kebingungan dengan apa yang terjadi.
“Ada apa, Ar? Maaf untuk apa?”
“Aku pamit ya, Mbak. Maaf aku tak kuasa untuk bercerita. Biar Mas Zul yang menjelaskan kepada Mbak Aisyah. Aku mengucapkan banyak terima kasih telah mau menampungku, juga aku mohon maaf banyak menyakiti hatimu, Mbak!”
Aku masih kebingungan dengan kalimat yang keluar dari bibir Arini. Pamit. Apa maksudnya?