Jatah Malam Untuk Mertua
"Ayu, bukankah harusnya kita sanang karena sebentar lagi kita pulang. Tapi kenapa kamu tiba-tiba murung?"
Ayu terdiam beberapa detik. Nafasnya ditarik dalam-dalam, lalu diembuskan perlahan, seolah ia sedang menimbang keberanian. "Aku cuma… kepikiran setelah kita pulang ke Jakarta, Pak."
Leo mengangkat alis. "Soal apa?"
"Soal posisiku," jawab Ayu lirih. "Pak Amar sudah memberi arahan. Katanya, setelah proyek ini selesai, aku mungkin dipindahkan. Bukan lagi jadi asisten pribadi Pak Leo."