Panggil Aku Aisyah
Ucap Aisy.
“Bentar Aisy, aku capek banget nih.” Jawabku sambil mengusap keringat.
“Hemmm kamu, tiap kali diajak main selalu aja dikit-dikit capek.” Keluh Aisy sambil cemberut.
Lalu Aisy terduduk di depanku, namun dia hanya terdiam sayu, mungkin saja dia sedikit merasa kesal akan diriku yang tak bisa membuatnya gembira saat kita main bersama. Akan tetapi diriku tahu akan karakter Aisy, seberapa besar dia marah padaku, tak lama lagi dia juga pasti tersenyum. Tanpa sengaja, sepertinya aku telah menemukan sesuatu di belakangnya. Kumulai penasaran akan hal itu, sehingga mau tidak mau kuharus bicara.
Hot Chapters