Her Lips
ucapnya lirih.
Max melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas normal. Pikirannya kini sedang kacau. Mobilnya pun tiba di sebuah bar terdekat –tempatnya untuk melampiaskan kemarahan dan kesedihan. Dengan meminum alkohol, mungkin pikiran Max bisa jadi lebih tenang, menurutnya. Pria tampan itupun memasuki bar tersebut. Seperti biasa, para wanita seksi yang ada di dalam bar, berhamburan memeluk Max. Namun, Max tampaknya tak tertarik untuk melakukan hubungan apapun dengan wanita-wanita itu. Max terus berjalan mendekati meja bartender, “Berikan aku wiskie.”
Hot Chapters