Biarlah Kita Berakhir di Sini
"Tahu nggak, aku hampir bisa menyusulmu, tapi aku takut. Aku takut kamu nggak ingin melihatku. Aku takut kamu juga membenciku."
Saat berbicara, air mata mengalir di pipinya.
Angin dingin berembus di antara makam-makam. Lea menyentuh foto itu dan sebuah rasa sakit yang sulit diungkapkan menyelimuti hatinya.
Dengan suara serak, dia berkata, "Entah kamu membenciku atau nggak, aku akan tetap mencarimu. Kita sudah berjanji untuk menjadi sahabat selamanya."