Suami Perkasa
“Cukup, Farel. Kau harus mengerti batasmu. Mobil ini bukan milikmu, dan kau tidak bisa memaksakan kehendakmu di sini. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang merugikan siapa pun, termasuk dirimu sendiri.”
Farel terdiam, tubuhnya gemetar hebat. Ia menatap Ferrari merah itu, simbol kecil yang seharusnya memberinya kemenangan, kini perlahan ditarik pergi dari tangannya. Napasnya berat, dan hatinya terasa hancur. Semua ambisinya, semua dendamnya, seketika terasa sia-sia.
ตอนยอดนิยม