Selir Yang Terlupakan
Ada keheningan yang menegangkan sesaat, lalu terdengar suara samar orang yang memindahkan berat badan.
"Apakah ada orang di dalam?" tanya sebuah suara—bukan penjaga, bukan kasim, melainkan suara wanita yang halus namun tajam menusuk. Itu adalah suara Selir Agung Xiwu.
Aku menoleh ke Mei Mei, mengangguk pelan. Tatapanku berkata jelas: Buka saja pintunya. Bersikaplah sedih dan takut. Aku akan berperan seperti dulu—lemah dan bingung, mengerti?