Selir Yang Terlupakan
Ia melangkah mendekat, matanya jatuh pada kedua tanganku yang terlipat tenang di pangkuan.
"Dia tampak sangat tertarik pada surat-suratmu," lanjutnya, suaranya merendah hingga menimbulkan getaran berbahaya. "Katakan padaku, Lianhua—apa lagi yang dia katakan padamu?"
"Nyonya Xiwu bilang... aku hanyalah bayangan yang takkan pernah dilirik atau diperhatikan oleh Yang Mulia selama empat tahun ini," jawabku sambil menunduk memainkan ujung lengan jubahku. "Beliau juga bilang, surat-suratku tak mungkin sempat dibaca oleh Yang Mulia—karena Yang Mulia adalah orang yang sibuk berperang. Jadi, mengharapkan Yang Mulia punya waktu membaca surat setiap selir... sungguh berlebihan jika saya berpikir begitu