Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Posessive Boyfriend [Indonesia]

My Posessive Boyfriend [Indonesia]

Dari caranya membahasakan diri saja sudah kentara, bahwa laki-laki itu memang selalu menggunakan 'saya' ketika dalam puncak emosi yang menggebrak. Teressa terdiam. "Cuma itu tujuan aku pulang hari ini. Tapi besok aku bakal pulang karena aku juga kangen sama anak-anak." "Sa, dengerin saya. Saya nggak pa-pa seandainya kamu meninggalkan saya, tapi, saya nggak mau kamu meninggalkan anak-anak." Tapi Teressa kembali pergi. Menepi. Laki-laki meremat kaos di bagian dadanya yang tiba-tiba terasa menyiksa.
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Entah kenapa terdengar seperti sindiran. “Yasudah, ma, kita pulang sekarang. Biarin pasutri ini menghabiskan waktu berdua,” ujar Tio lagi. “Kapan lagi, kan, Ares punya waktu buat istrinya. Tau sendiri anak kita ini sibuknya kayak gimana.” Lanjut Tio seakan menjadi kompor. Rere yang mendengar semua kalimat Tio hanya tersenyum kecil, merasa geli. “Mama pulang dulu, ya, Re. Kalo ada apa-apa, langsung telepon mama.”
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Beberapa waktu berlalu, semua sudah selesai, barang-barang yang tadi dibawanya dari rumah sudah terlebih dulu dibawa pulang oleh sang putri. Bu Retno memikul sayuran itu di punggung, langkah kecil wanita paruh baya itu mulai menelusuri lereng. Sesekali dia tampak berhenti, menghela nafas yang semakin terasa sesak. Wanita itu mengangkat kepalanya ke atas langit, menghembuskan nafas yang tertahan dan kembali melangkah. Desa Ranu Pani, sebuah desa yang nyaman untuk ditinggali, udara yang sejuk lingkungan yang terjaga mengundang banyak orang untuk datang berkunjung ketempat itu.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

Panggil Ka Teri "Aku ngantuk ka, nanti aja pulang" "Gak bisa lah, masa aku sendirian, mana Farhan jalan sama temannya" " Kalau kamu gak mau pulang, gak aku kasih uang jajan" "Ia deh kak" "Cepatan bangun dan cuci muka" "Dingin" "Dasar bego cepetan" Pulang jam 9 malam dia harus berjalan tergopoh sambil ngantuk, pulang ke rumah bukannya dia merasa nyaman. Malah tambah di marahin.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
TAKTIK CINTA SANG BOS MAFIA

TAKTIK CINTA SANG BOS MAFIA

Tera balas melambaikan tangannya pada nyonya Elsa dan juga Netra yang setia menunggui kepergian mereka dan melambaikan tangan. “Dada bibi! Sampai jumpa lagi. Nanti kalau aku udah pulang aku bakalan bawain kalian oleh-oleh dari indonesia!” teriak Tera yang berhasil menggundang tawa kecil Netra dan nyonya Elsa yang terlihat bahagia melihat Tera yang tengah merasa bahagia karena akan bertemu dengan keluarga dari ibunya setelah sekian tahun. Ini adalah pertemuan pertama Tera dengan keluarga dari ibunya secara langsung sebelumnya dia hanya bisa berhubungan dengan nenek, kakek dan Sesa lewat telepon atau vidcall saja.
9.948.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Ia hanya berkata satu kalimat, “Saya sudah tidak punya alasan untuk tetap tinggal.” Semua orang kaget. Beberapa mencoba menahannya. Tapi keputusan Erica seperti tak tergoyahkan. Hatinya sudah terlalu penuh luka. Tempat ini hanya akan mengingatkannya pada kenangan yang tak bisa ia miliki lagi. Tiga hari kemudian, dengan koper kecil dan ransel di punggung, Erica menumpang bus malam menuju sebuah desa kecil di tepi laut—tempat neneknya tinggal. Desa itu tenang. Pantainya bersih. Ombaknya lembut. Erica ingat dulu ia sering bermain pasir di sana saat masih kecil.
822 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Pacar Sejuta Umat

Pacar Sejuta Umat

Saat itulah yang Rere gunakan untuk melepas dengan perlahan tangan Dewa dan bersama kedua orang tuanya, pamit untuk meninggalkan ruangan. **** Setelah perjalanan udara, akhirnya Rere kembali bisa menghirup udara di kota tempat dia dilahirkan. "Akhirnya ...." "Ada apa, Re?" "Aku bisa pulang juga, Ayah. Aaah ... aku akan mulai berpetualang," seru Rere dengan wajah girang.
1034.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
THE GREAT MAN

THE GREAT MAN

Dia sudah yakin sekali kalau papanya akan membuat Joe tidak akan berani lagi menatap matanya secara langsung atau bahkan Joe akan merangkak di depannya. Haha! Rasakanlah kau pemuda kampung! umpat Tere dalam hati, sambil mengarahkan pandangan sinis ke mobil papanya. Kemudian, dia memalingkan pandangannya ke Salika dan juga Jilly yang wajahnya sudah semakin pucat lantaran terpojokan. "Hei! Sini kau!" Tere menjambak rambut Salika dan menariknya lalu menghempaskannya sampai jatuh ke tanah. Semua orang tertawa tergelak. Sebagian yang lain terpingkal pingkal melihat badut mainan Tere.
9.1129.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Perjanjian Yang Tak Terlupakan

Ernest merengek tengah berdiri didepan pintu utama. Ernest memang berhasil mengikuti ke mana Hiraya pergi. Aktor itu juga cukup terkejut karena Hiraya tak pulang ke rumah mereka. Gadis itu justru kembali ke rumah sang ayah. Hiraya yang mendengar itu malah diam dia masih meringkuk menahan tangisnya diruang tamu. Dia benar-benar terpukul sekarang. "Hiraya buka dulu pintunya dan aku akan menjelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Ernest dengan dua tangan sibuk mengetuk daun pintu.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

teriak Leo saat sadar puan itu semakin menjauh dari jangkauan. “Gue gak mau dengar! Bodo amat,” balas Irene yang juga berteriak. Dia menutup kedua telinga agar tidak mendengar apa pun, padahal hal itu sia-sia saja dilakukan. “Tapi ada yang penting!” “Gak ada yang lebih penting. Gue mau pulang!”
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai pulang tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status