Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu
Keesokan harinya, "brakk." Suara pintu gudang terbuka, Laura yang terbaring tak berdaya memaksa membuka matanya, ia ingin melihat siapa orang yang datang.
Sesaat terbesit sedikit harapan dalam hatinya, Laura berharap bahwa orang itu adalah Vino, namun sedetik kemudian ketika siluet di balik pintu itu terlihat, secerca harapan itu hilang lenyap, meninggalkan rasa kecewa yang mampu membuat Laura tersenyum, namun senyuman itu tidak lagi terlihat indah, karena perasaan yang tersampaikan dari senyuman itu adalah rasa sakit dan perasaan kecewa yang sedalam palung mariana.
Hot Chapters