Beautiful Sin
“Aku sudah bersabar dengan membuang waktu hanya diam, meskipun kau ada di sisiku. Dari pertemuan mendadak kita di unit apartemenku, di bandara hingga kita sampai di sini. Kau minim bicara denganku dan aku membenci ketika kau mengabaikan kehadiranku, Tuan Yavuz Can Sener.”
Gairah Can terpantik bersama remasan yang ia lakukan di pinggang ramping Emine. Perempuan itu dengan lancang memberikan bisikan kalimat manis, lalu dilanjutkan membasahi leher Can dengan bibir ranum nan seksi itu.
“Bisakah aku menggantikan minuman ini sebagai alasanmu untuk melupakan sementara waktu masalah rumah tangga, hm?” Ia belai dengan lembut rahang yang mengeras, berubah mengendur.
Hot Chapters