Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Vilo's Coffee Shop Dion memakirkan sedan merah miliknya di depan sebuah kafe kopi milik teman kuliah mereka, Vincent Oliver. Kesenyapan dan kesunyian menaungi di antara mereka berdua, hanya suara bunyi pendingin mobil dan musik jazz yang menjadi teman perantara di tengah kesunyian mereka. "Kau mau turun?" tanya Dion melepas sabuk pengamannya.
9.911.9K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as moving sinopsis
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Manik mata pria itu mengikuti gerakan sensual Emine, menaruh botol wine, lalu mengikis jarak dan perlahan mengambil duduk di atas tungkai Can. Pria itu tertegun, beralih menegakkan tubuh seraya tidak menolak rangkulan perempuan itu di bahu, menatap dirinya dengan duduk menyamping. Jemari lentik Emine memberikan sengatan layaknya listrik di sekitar kulit tengkuk dan lehernya. “Aku sangat membenci kebiasaanmu dengan minuman seperti ini.” “Cairan itu tidak sehat dan aku bisa mengkhawatirkanmu berkali lipat jika terjadi hal buruk dengan fungsi tubuhmu, Sayang,” bisik Emine menggetarkan tubuh Can.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as moving sinopsis
Read
+Library
Cinta Sirna Tanpa Bekas

Cinta Sirna Tanpa Bekas

Aku mencibir, "Jefry, kamera dashboard di mobil tidak dimatikan, pintu asrama tidak ditutup. Gadis itu punya motif tersembunyi, apa benar kamu kira dia rela menjadi wanita simpanan?" Jefry berlutut dan menampar dirinya sendiri dengan panik. "Melda, aku salah. Tolong beri aku kesempatan. Aku akan segera putus dengannya dan nggak akan berhubungan dengannya lagi." Saat dia mengucapkan janji itu, Kina menelepon. Jefry hendak menutup telepon, tetapi aku menerima panggilan itu. Nada bicara Kina riang, tapi agak gelisah. Dia berkata, "Pak Jefry, aku hamil. Waktu di mobil itu..."
4.8K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as moving sinopsis
Read
+Library
SINNER

SINNER

Dengan langkah kaki yang secepat mungkin ia gerakan, ia melewati orang-orang yang berjalan di depannya. Hujan mulai turun, pergerakan orang-orang lebih cepat untuk menghindari basah kuyup. “Sial.” umpatnya. El menghela napas, akhirnya ia mendapati perjalanan yang layak. Hujannya hanya turun sebentar, sudah tidak terlihat rintikan air lagi. Café dengan nuansa ala prancis sudah berada di depan mata El. Ia menghela napas, melihat wanita dengan pakaian mewah duduk sendiri, itu Paula.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as moving sinopsis
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status