Jerat Pemikat
“Dicoba, mungkin bisa Ikhlas. Karena kata Abah, ikhlas itu ilmu tertinggi. Syarifah masih banyak kurangnya, jadi mau ngaku ikhlas pun rasanya belum seberapa. Tapi Insyaallah, akan diusahakan.”
Etdah, bener bener. Ini bahasa Syarifah kagak enak banget di denger. Yang lebih alus dikit sebenarnya agak mending, ini terkesan kayak terpaksa banget.
“Fah, jangan kayak nggak ikhlas gitu sih. Katanya kamu suka aku?” tanyaku yang sedikit sopan dengan bahasa aku dan kamu.
“Adanya begitu, nggak ada gimmick dan memang aku begini adanya,” ucapnya ketus, seperti biasa. Tapi sayangnya, kini manis di mataku. Dasar, mata ku aja yang mesum.
Hot Chapters