Hayu
Dia bukan wanita-wanita jaman sekarang pada umumnya.
“Makan, Hayu, jangan buat aku semakin bersalah dengan ibumu, kamu tahu, hati ku sedih ketika mendengar beliau hanya memiliki kamu, jadi kamu juga harus sehat dan melindunginya, Yu. Cepat makan. Nanti ku traktir makan di restoran hotel.”
Hayu terkekeh, dia mengambil kue basah, berupa putu ayu dan mengunyahnya perlahan. Bau wangi pandan menguar di sekelilingnya, perut Candra mendadak ingin di idi juga.
Hot Chapters